Postingan

Menciptakan Dualisme ULMWP adalah Kerja indonesia

Gambar
Tuan Benny wenda tidak harus mengunakan nama ULMWP lagi. Itu suda bagian dari sebuah konsekuensi politik.   Tapi jikalau Benny wenda secara sengaja dan terus mengunakan nama ULMWP keluar maupun ke dalam maka dia Benny wenda dan kelompoknya patut dipertanyaakan.  Sebagai orang papua dan pemimpin papua yang bergerak di luar negeri sebagai diplomat Benny wenda musti berikan contoh dan konsisten dalam mengunakan istilah di medan juang, kalo pake pemerintah sementara "harus konsisten" karena disitu spirit perjuangan yang telah dipilih. "Tidak boleh pake satu istilah lalu itu tidak ada dukungan, ganti istilah lagi, tidak ada dukungan lagi, ganti lagi"  itu cara kerja setan yang merusak perjuangan papua merdeka. Rakyat papua maupun musuh papua merdeka ketahui bersama bahwa selama ini di dalam Negeri (tanah air) Benny wenda dalam setiap pernyataan dirinya mengunakan istilah Presiden Pemerintah Sementara. Tetapi Di Luar Negeri masih menjual Nama ULMWP untuk meleg...

Perusahan Ilegal Kuasai Tanah dan Hutan Papua

Gambar
"Perusahaan Ilegal Masuk di Kampung Ajuda muara  walai, Waropen, Perbatasan Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Kabar buruk datang dari Kampung Ajuda, Waropen, yang terletak di perbatasan Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Sebuah perusahaan ilegal telah beroperasi di wilayah tersebut tanpa izin dan tanpa sepengetahuan pemerintah setempat. Menurut gambar diatas, perusahaan ini telah membayar masyarakat setempat dengan jumlah uang yang cukup besar, yaitu sekitar Rp1 miliar. Dalam waktu singkat, hanya dua minggu, perusahaan ini telah melakukan aktivitas logistik menggunakan helikopter. Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah bahwa perusahaan ini telah beroperasi di beberapa kampung, termasuk Ajuda, Sewa, dan Ular Merah, serta sekitarnya. Bahkan, sebagian lahan telah dioperasikan habis. Pemerintah setempat belum mengetahui asal usul perusahaan ini dan belum mengambil tindakan yang tegas untuk menangani masalah ini. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada semua pihak untu...

Benny Wenda Di tegur oleh Markus Haluk

Gambar
𝐓𝐞𝐭𝐚𝐩 𝐊𝐨𝐧𝐬𝐢𝐬𝐭𝐞𝐧 𝐆𝐮𝐧𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐍𝐚𝐦𝐚 𝐏𝐫𝐞𝐬𝐢𝐝𝐞𝐧 𝐏𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐒𝐞𝐦𝐞𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 Kepada Yth. 1. Tuan Benny Wenda (Presiden Pemerintah Sementara) 2. Buctar Tabuni (Ketua PNWP), Cs. Di_Tempat. Syukur Bagimu Tuhan!  Melalui pesan pendek terbuka ini, setelah kami memperhatikan: 1. Adanya pesan, stiker yang menggunakan nama ULMWP,  2. Korespodensi surat menyurat belakangan ini kepada para pihak di internslasional yang masih menggunakan Presiden ULMWP dan nama ULMWP sementara Surat Kepada rakyat Papua di West Papua menggunakan Presiden Pemerintah Sementara.  3. Memperhatikan adanya ketidak konsistenan penggunaan nama Presiden ULMWP dan Presiden Pemerintah Sementara Maka kami meminta supaya: 1. Kelompok Pemerintah Sementara, Tuan Benny Wenda, Buctar Tabuni Cs yang saat ini mulai kembali lagi menggunakan nama ULMWP untuk segera menghentikan dan tidak lagi menggunakan nama dan jabatan Presiden ULMWP dan nama ULMWP. Tetapi tetap konsisten menggunakan n...
Gambar
Memoar Fotografer dan Keberpihakan Seorang Profesor Antropologi Dua Buku Baru Ungkap Aspirasi Merdeka Rakyat Papua Aspirasi rakyat Papua untuk memperoleh kemerdekaan lewat penentuan nasib sendiri kembali terungkap dalam dua buah buku yang baru-baru ini terbit. Buku-buku tersebut ditulis berdasarkan pengalaman dan penelitian para penulisnya saat hidup bersama rakyat Papua, baik di Papua maupun di pengungsian di Papua Nugini, juga di pengasingan di luar negeri lainnya. Buku pertama,  Papua Blood, A Photographer's Eyewitness Account of West Papua over 30 Years , ditulis oleh seorang fotografer profesional asal Denmark yang bersimpati pada aspirasi merdeka rakyat Papua. Dia adalah Peter Bang, seorang fotografer yang sudah melanglang buana untuk melakukan pemotretan penduduk-penduduk asli, termasuk untuk publikasi PBB. Buku kedua ditulis oleh Profesor Antropologi Universitas Michigan, AS, Stuart Kirsch, berjudul  Engaged Anthropology, Politics beyond Text . Buku ini m...

Professor of Communication School, and Director of Pacific Media Center Professor David Robie marked World Press Freedom Day last week in a seminar covering "targeting" and murder of Journalists, as well as media circumstances in West Papua

Gambar
Professor of Communication School, and Director of Pacific Media Center Professor David Robie marked World Press Freedom Day last week in a seminar covering "targeting" and murder of Journalists, as well as media circumstances in West Papua. During a seminar on Friday 3 May to coincide with World Press Freedom Day, David Says astonishing statistics about journalists killed in their duties around the world. Statistics show 65 journalists killed worldwide by 2017, "David said." Of the 65 journalists killed, 7 of these people are referred to as citizen journalists. " "Although these statistics show a decline from the previous year, the growth of" hatred "for media and targeting journalists is a worsening problem." Also on the agenda of the seminar is a discussion of media affecting areas such as the Melanesian region of West Papua in Indonesia. "There are more independent journalists who are disappointed," David said. ...

WIKIPEMEDIA telah Merilis Konflik Papua

Gambar
WIKIPEDIA telah merilis KONFLIK PAPUA. Lihat juga Catatan Konfliknya: Orde Baru 1965–1998 1966-1967: Pemboman udara Pegunungan Arfak. Jan – Mar 1967: Pemboman udara di wilayah Ayamaru dan Teminabuan. 1967: Operasi Tumpas (pemusnahan operasi). 1.500 diduga tewas di Ayamaru, Teminabuan dan Inanuatan. April 1969: Pemboman udara dari Wissel Lake District (daerah Paniai dan Enarotali); 14.000 orang yang selamat melarikan diri ke hutan. Juli – Agustus 1969: Act of Free Choice / PEPERA menentukan New Guinea Barat sebagai wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Juni 1971: Henk de Mari melaporkan bahwa 55 pria dari dua desa di Biak Utara dipaksa menggali kuburan mereka sendiri sebelum ditembak. Diterbitkan dalam harian Belanda De Telegraaf Oktober 1974. Tidak diketahui: 500 mayat Papua ditemukan di hutan Lereh District, barat daya Bandara Sentani, wilayah Jayapura. 1974: Di Biak Utara, 45 orang Papua terbunuh. 1975: Di Biak, setidaknya 41 orang dari desa Arwam dan Rumbin terbunuh...

Take the Free West Papua Challenge!

Gambar
Take the Free West Papua Challenge! Could YOU use your talents or do something you’ve never done to raise support for West Papua? Could YOU take the #FreeWestPapuaChallenge?  Over the years, around the world people have undertaken incredible and inspiring acts of solidarity with West Papua, by themselves and in groups, to raise much-needed awareness and funds for the Free West Papua Campaign. From Jeremy Bally, who cycled 12,000km in 7 countries, to Jake Toivonen, who climbed a cliff face in Australia despite his fear of heights, people everywhere have undertaken dramatic acts of solidarity to raise much needed awareness and funds for West Papua. Now we’re inviting everyone to take the Free West Papua Challenge! Canadian man Jeremy Bally cycled over 12,000 km in 7 countries to support West Papua! Take the challenge Getting involved with this Free West Papua action just takes 3 simple steps… Get an idea! – It can involve just you or a group a...