Menciptakan Dualisme ULMWP adalah Kerja indonesia
Tuan Benny wenda tidak harus mengunakan nama ULMWP lagi. Itu suda bagian dari sebuah konsekuensi politik. Tapi jikalau Benny wenda secara sengaja dan terus mengunakan nama ULMWP keluar maupun ke dalam maka dia Benny wenda dan kelompoknya patut dipertanyaakan.
Sebagai orang papua dan pemimpin papua yang bergerak di luar negeri sebagai diplomat Benny wenda musti berikan contoh dan konsisten dalam mengunakan istilah di medan juang, kalo pake pemerintah sementara "harus konsisten" karena disitu spirit perjuangan yang telah dipilih.
"Tidak boleh pake satu istilah lalu itu tidak ada dukungan, ganti istilah lagi, tidak ada dukungan lagi, ganti lagi" itu cara kerja setan yang merusak perjuangan papua merdeka.
Rakyat papua maupun musuh papua merdeka ketahui bersama bahwa selama ini di dalam Negeri (tanah air) Benny wenda dalam setiap pernyataan dirinya mengunakan istilah Presiden Pemerintah Sementara. Tetapi Di Luar Negeri masih menjual Nama ULMWP untuk melegitimasi dan akses bertemu para pihak. Itu merupakan sebuah kesalahan yang merugikan perjuangan.
Dari dualisme yang di ciptakan ini yang menang sesunguhnya bukan benny wenda, buctar tabuni, menaseh tabuni, oto mote atau markus haluk, tapi indonesia. Indonedia yang 3berhasil hancurkan ulmwp dari dalam, setelah itu indonesia membendung dukungan papua merdeka di negara kawasan melanesian, pacific, acp dan international, itu facta yang tidak boleh di bantah.
Harus tahu bahwa "Menciptakan dualisme organisasi dan dualisme kepemimpinan dalam organisasi politik sekelas ULMWP adalah projek indonesia"
Ketika 16 Desember 2014 United Libertion Movement For West Papua ULMWP di bentuk organisasi ini menjadi ujung tombak dan yang terakhir setelah Persidium Dewan Papua PDP hancur hampir lebih dari satu dekade. Namun pada akhirnya ulmwp juga di hancurkan demi ambisi buta benny wenda cs.
Semoga ada jalan yang dapat mempertemukan para pihak demi selamatkan perjuangan papua merdeka.
Komentar
Posting Komentar